Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan

Contoh proposal skripsi pendidikan matematika skripsi pendidikan kimia

Contoh proposal skripsi pendidikan matematika skripsi pendidikan kimia

This Image was ranked 11 by Bing.com for keyword skripsi pendidikan, You will find this result http://www.bing.com/images/search?q=skripsi+pendidikan&count=300.

IMAGE META DATA FOR Contoh proposal skripsi pendidikan matematika skripsi pendidikan kimia \'s IMAGE
TITLE:Contoh proposal skripsi pendidikan matematika skripsi pendidikan kimia
IMAGE URL:http://i.ytimg.com/vi/M-TN0Ue7nVE/0.jpg
THUMBNAIL:http://tse4.mm.bing.net/th?id=OIP.Mf84cc16df63815b543bb7af88ee2102fo0&w=231&h=176&c=7&rs=1&qlt=90&o=4&pid=1.1
IMAGE SIZE:·14 KBs
IMAGE WIDTH:480
IMAGE HEIGHT:360
DOCUMENT ID:OIP.Mf84cc16df63815b543bb7af88ee2102fo0
MEDIA ID:0287486859E1CFD379216BC64A2404439E0E11FF
SOURCE DOMAIN:www.talkmediaghana.com
SOURCE URL:http://www.talkmediaghana.com/tuffy/jailbait-contoh-skripsi-pendidikan-fisika/
THUMBNAIL WIDTH:231
THUMBNAIL HEIGHT:231

free skripsi pendidikan kimia

free skripsi pendidikan kimia

This Image was ranked 6 by Bing.com for keyword skripsi pendidikan olahraga download, You will find this result http://www.bing.com/images/search?q=skripsi+pendidikan+olahraga+download&count=300.

IMAGE META DATA FOR free skripsi pendidikan kimia\'s IMAGE
TITLE:free skripsi pendidikan kimia
IMAGE URL:http://itbangkep.files.wordpress.com/2011/11/s7.jpg
THUMBNAIL:http://tse3.mm.bing.net/th?id=OIP.M85d10b81a79f895cdc8c23da016f2c41o0&w=288&h=188&c=7&rs=1&qlt=90&o=4&pid=1.1
IMAGE SIZE:·124 KBs
IMAGE WIDTH:903
IMAGE HEIGHT:610
DOCUMENT ID:OIP.M85d10b81a79f895cdc8c23da016f2c41o0
MEDIA ID:80D7D2E3BE0C4E486223DC527128E16A08992DD4
SOURCE DOMAIN:www.centrolatinoliteracy.org
SOURCE URL:http://www.centrolatinoliteracy.org/free-skripsi-pendidikan-73d6d-kimia
THUMBNAIL WIDTH:288
THUMBNAIL HEIGHT:288

10 judul Skripsi Pendidikan Kimia

Cie.. cie... skrips dang. :D
Semoga kamu dimudahkan urusannya oleh Allah SWT dan dosen pembimbing kamu juga berbaik hati untuk segera meng ACC judul skripsi yang kamu ajukan.

Berikut adalah 10 judul Skripsi Pendidikan Kimia


  1. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PADA POKOK BAHASAN LARUTAN YANG BERSUMBER DARI TEXTBOOK CHEMISTRY KARANGAN MYERS et al.
  2. ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMA KELAS X DALAM PRAKTIKUM TERINTEGRASI AUDIO VISUAL PADA MATERI POKOK LARUTANN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT
  3. ANALISIS PERBANDINGAN CAPAIAN HASIL TES KIMIA SISWA KELAS VIII, IX, X DAN XI BERDASARKAN PENGUJIAN DENGAN SOAL-SOAL KIMIA TIMSS TAHUN 1999 DAN 2003
  4. ANALISIS JENJANG KOGNITIF BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM TERHADAP SOAL-SOAL STOIKIOMETRI PADA SELEKSI OLIMPIADE KIMIA TINGKAT KABUPATEN/KOTA
  5. ANALISIS STRUKTUR PEMECAHAN MASALAH DAN KANDUNGAN MASALAH DASAR DALAM SOAL-SOAL STOIKIOMETRI INTI PADA TES SELEKSI OLIMPIADE KIMIA TINGKAT KABUPATEN
  6. Penggunaan Animasi Komputer dalam Mengatasi Miskonsepsi Siswa SMA Kelas XII pada Pokok Bahasan Sel Volta
  7. ANALISIS PERTANYAAN GURU DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE PRAKTIKUM PADA MATERI APLIKASI KONSEP pH PADA PENCEMARAN
  8. KINERJA BENTONIT SEBAGAI KATALIS DALAM REAKSI KONVERSI TRIGLISERIDA DARI MINYAK KELAPA SAWIT DAN MINYAK BIJI MAHONI MENJADI METIL ESTER ASAM LEMAK
  9. ANALISIS KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI SISWA SMA KELAS XI IPA PADA SUB MATERI POKOK PERANAN KOLOID DALAM KEHIDUPAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM)
  10. PEMRODUKSIAN VIDEO DEMONSTRASI PADA MATERI POKOK LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT

Cara Membuat MSG

MSG atau Monosodium Glutamat addalah penambah rasa pada masakan. Postingan berikut akan menjelaskan bagaimana cara membuat MSG.

Cara Membuat MSG

Cara Membuat MSG


1.      MSG dibuat melalui proses fermentasi dari tetes-gula (molases) oleh bakteri (Brevibacterium lactofermentum). Dalam peroses fermentasi ini, pertama-tama akan dihasilkan Asam Glutamat. Asam Glutamat yang terjadi dari proses fermentasi ini, kemudian ditambah soda (Sodium Carbonate), sehingga akan terbentuk Monosodium Glutamat (MSG). MSG yang terjadi ini, kemudian dimurnikan dan dikristalisasi, sehingga merupakan serbuk kristal-murni, yang siap di jual di pasar.
2.      SEBELUM bakteri (pada Butir 1) tersebut digunakan untuk proses fermentasi pembuatan MSG, maka terlebih dahulu bakteri tersebut harus diperbanyak (dalam istilah mikrobiologi: dibiakkan atau dikultur) dalam suatu media yang disebut Bactosoytone. Proses pada Butir 2 ini dikenal sebagai proses pembiakan bakteri, dan terpisah sama-sekali (baik ruang maupun waktu) dengan proses pada Butir 1. Setelah bakteri itu tumbuh dan berbiak, maka kemudian bakteri tersebut diambil untuk digunakan sebagai agen-biologik pada proses fermentasi membuat MSG (Proses pada Butir 1).
3.      Bactosoytone sebagai media pertumbuhan bakteri, dibuat tersendiri (oleh Difco Company di AS), dengan cara hidrolisis-enzimatik dari protein kedelai (Soyprotein). Dalam bahasa yang sederhana, protein-kedelai dipecah dengan bantuan enzim sehingga menghasilkan peptida rantai pendek (pepton) yang dinamakan Bactosoytone itu. Enzim yang dipakai pada proses hidrolisis inilah yang disebut Porcine, dan enzim inilah yang diisolasi dari pankreas-babi.
4.      Perlu dijelaskan disini bahwa, enzim Porcine yang digunakan dalam proses pembuatan media Bactosoytone, hanya berfungsi sebagai katalis, artinya enzim tersebut hanya mempengaruhi kecepatan reaksi hidrolisis dari protein kedelai menjadi Bactosoytone, TANPA ikut masuk ke dalam struktur molekul Bactosoytone itu. Jadi Bactosoytoneyang diproduksi dari proses hidrolisis-enzimatik itu, JELAS BEBAS dari unsur-unsur babi!!!, selain karena produk Bactosoytone yang terjadi itu mengalami proses "clarification" sebelum dipakai sebagai media pertumbuhan, juga karena memang unsur enzim Porcine ini tidak masuk dalam struktur molekul Bactosoytone, karena Porcine hanya sebagai katalis saja .
5.      Proses clarification yang dimaksud adalah pemisahan enzim Porcine dari Bactosoytone yang terjadi. Proses ini dilakukan dengan cara pemanasan 160oF selama sekurang-kurangnya 5 jam, kemudian dilakukan filtrasi, untuk memisahkan enzim Porcinedari produk Bactosoytone-nya. Filtrat yang sudah bersih ini kemudian diuapkan, dan Bactosoytone yang terjadi diambil.
6.      Perlu dijelaskan disini, bahwa proses pembuatan Media Bactosoytone ini merupakan proses yang terpisah sama sekali dengan proses pembuatan MSG. Media Bactosoytone merupakan suatu media pertumbuhan bakteri, dan dijual di pasar, tidak saja untuk bakteri pembuat MSG, tetapi juga untuk bakteri-bakteri lainnya yang digunakan untuk keperluan pembuatan produk biotek-industri lainnya.
7.      Catatan: nama Bactosoytonemerupakan nama dagang, yang dapat diurai sebagai berikut: Bacto adalah nama dagang dari Pabrik pembuatnya (Difco Co); Soy dari asal kata soybean:kedelai, tone, singkatan dari peptone; jadi Bactosoyton artinya pepton kedelai yang dibuat oleh pabrik Difco.
8.      Setelah bakteri tersebut ditumbuhkan pada Media bactosoytone, kemudian dipindahkan ke Media Cair Starter. Media ini sama sekali tidak mengandung bactosoytone. Pada Media Cair Starter ini bakteri berbiak dan tumbuh secara cepat.
9.      Kemudian, bakteri yang telah berbiak ini dimasukkan ke Media Cair Produksi, dimana bakteri ini mulai memproduksi asam glutamat; yang kemudian diubah menjadi MSG. Media Cair Produksi ini juga tidak mengandung bactosoytone.
10.  Perlu dijelaskan disini bahwa bakteri penghasil MSG adalah Brevibacterium lactofermentum atau Corynebacterium glutamicum, adalah bakteri yang hidup dan berkembang pada media air. Jadi bakteri itu termasuk aqueous microorganisms.
11.  Hasil penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal POM di Jakarta menunjukkan bahwa:
Bactosoytone tidak terkontaminasi (tidak tercampur) dengan Lemak babi (data Analisis Gas Chromatography); Protein babi (data Analisis HPLC), maupun DNA-babi (data AnalisisPCR).
MSG tidak terkontaminasi (tidak tercampur) dengan: Lemak babi (data Analisis Gas Chromatography); Protein babi (data Analisis HPLC), maupun DNA babi (data Analisis PCR).
12.  Hasil Analisis yang dilakukan di Jepang (Kyoto University) juga menunjukkan bahwa baik MSG maupun Bactosoytonetidak terkontaminasi oleh enzim babi.

Makalah analisis parameter bioindikator air

PENDAHULUAN    
 Makalah analisis parameter bioindikator air --Air merupakan bagian yang esensial dari protoplasma, dan dapat pula dikatakan bahwa semua jenis kehidupan bersifat akuatik. Dalam prakteknya, suatu habitat akuatik apabila mediumnya baik eksternal maupun internalnya adalah air
          Kualitas suatu perairan sangat berpengaruh terhadap kemampuan produktifitas fitoplankton, penurunan kualitas perairan akan mnyebabkan penurunan kelimpahan fitoplankton yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kelayakan suatu perairan untuk kegiatan perikanan.
          Masing-masing habitat mempunyai ciri-ciri tersendiri dan adanya perubahan lingkungan dimana habitat itu tinggal, maka akan menyebabkan jumlah jenis dari kelimpahan organisme yang hidup di dalamnya berbeda-beda. Walaupun mempunyai lingkungan hidup yang berbeda-beda, tetapi pada masing-masing habitat tersebut terdapat interaksi antara factor biotik dan abiotik.
          Dilakukannya pengukuran kualitas air untuk mengetahui kelayakan dari air tersebut. Dalam praktikum ini, mengukuran kualitas air dilakukan diwaduk FAPERIKA UR. Pengukuran kualitas air ini emnggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel dilakukan sengan memperhatikan berbagai pertimbangan kondisi serta keadaan daerah pengamatan.  Ada sampel yang langsung diteliti ditempat pengambilan sampel dan ada juga sampel yang diambil dari tempat pengambilan sampel dan kemudian dibawa ke laboratorium untuk diteliti.

1.2        Tujuan dan Manfaat
          Tujuan dari diadakannya praktikum ini adalah untuk mengetahui kualitas air disuatu perairan. Dalam praktikum ini, pengukuran kualitas air dilakukan diwaduk FAPERIKA UR. Dalam praktikum ini, yang dilakukan adalah mengukuran suhu, kecerahan, kekeruhan, kedalaman, karbondioksida bebes, oksigen terlarut, dan derajat keasaman(pH).
          Manfaat yang diperoleh dari praktikum ini adalah, kita dapat mengetahui seberapa layak air yang ada diwaduk FAPERIKA UR untuk digunakan. Kita juga dapat memahapi cara-cara yang dilakukan untuk mengukur suatu kualitas air disuatu perairan, sehingga juga dapat dilakukan pada area yang lainnya.

II. TINJAUAN PUSTAKA

          Kualitas air adalah istilah yang menggambarkan kesesuaian atau kecocokan air untuk penggunaan tertentu, misalnya : air minum, perikanan, pengairan/irigasi, industri, rekreasi dan sebagainya. Peduli kualitas air adalah mengetahui kondisi air untuk menjamin keamanan dan kelestarian dalam penggunaannya. Kualitas air dapat diketahui dengan melakukan pengujian tertentu terhadap air tersebut. Pengujian yang biasa dilakukan adalah uji kimia, fisika, biologi, atau uji kenampakan (bau dan warna) (ICRF, 2010)
          Kualitas air yaitu sifat air dan kandungan makhluk hidup, zat energi atau komponen lain di dalam air. Kualitas air dinyatakan dengan beberapa parameter yaitu fisika (suhu, kekruhan, padatan suspensi dan sebagainya), parameter kimia (pH, oksigen terlarut, BOD, dan sebagainya), dan parameter biologi (keberadaan plankton, bakteri, dan sebagainya) (Effendi, 2003)
          Lima syarat utama kualitas air bagi kehidupan ikan adalah (O-fish, 2009) :
1.    Rendah kadar amonia dan nitrit
2.    Bersih secara kimiawi
3.    Memiliki pH, kesadahan, dan temperatur yang sesuai
4.    Rendah kadar cemaran organik, dan
5.    Stabil
          Pengukuran kualitas air dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, yang pertamana adalah pengukuran  kualitas air dengan parameter fisika dan kimia, sedangkan yang kedua adalah pengukuran dengan menggunakan parameter biologi. (Sihotang, 2006)
          Suhu air dipengaruhi komposisi substrat, kecerahan, kekeruhan, air tanah, dan pertukaran air, panas udara akibat respirasi dan naungan dari kondisi perairan tersebut.
          Kecerahan suatu perairan menentukan sejauh mana cahaya matahari dapat menembus suatu perairan dan sampai kedalaman berapa proses fotosintesis dapat berlangsung secara sempurna. Kecerahan yang mendukung adalah pinggan secchi disc mencapai 20-30cm dari permukaan. (Chakroff dalam Syukur, 2002)
          Novotny dan Olem, 1994 (dalam Effendi, 2003) menyatakan bahwa sebagian besar biota akuatik sensitive terhadap perubahan H dan menyukai nilai pH sekitar 7-8,5. Nilai pH sangat mempengruhi proses biokimia perairan, misalnya proses nitrifikasi akan berahir jika pH rendah. Sedangkan menurut Haslam, 1995 (dalam Effendi, 2003) menambahkan bahwa pada pH ˂4, sebagian besar tumbuhan air mati karena tidak dapat mentoleir terhadap pH rendah.
          Kelarutan oksigen dalam air tergantung dai suhu air. Kelarutan oksigen dalam air akan berkurang dari 14,74 mg/L pada suhu 0ͦC menjadi 7,03mg/L pada suhu 35ͦC. Dengan kenaikan suhu air terjadi pula penurunan kelarutan oksigen yang disertai dengan naiknya kecepatan pernafasan organisme perairan, sehingga sering menyebabkan terjadinya kenaikan kebutuhan oksigen yang disertai dengan turunnya kelarutan gas-gas lain didalam air.
          Peningkatan suhu sebesar 1ͦC meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10. Dekomposisi bahan organik dan oksidasi bahan organik dapat mengurangi kadaroksigen terlarut hingga mencapai no. (Brown dalam Effendi, 2003).
          Kasry (1995) mengemukakan bahwa tingginya tingkat co2 bebas dalam air dihasilkan dari proses perombakan bahan organik dan mikroba. Kadar karbondioksida bebas yang dikehendaki tidak lebih dari 12 mg/L dan kandungan terendah adalah 2 mg/L. Kandungan CO2 bebas diperairan tidak lebih dari 25mg/L dengan catatan kadar O2 terlarut cukup tinggi.
          Pola temperatur ekosistem air dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti intensitas cahaya matahari, pertukaran panas antara air dengan udara sekelilingnya, ketinggian geografis dan juga faktor kanopi(penutupan oleh vegetasi) dari pepohonan yang tumbuh di tepi. Disamping itu, pola temperatur peraitran dapat di pengaruhi oleh faktor-faktor antrophogen seperti limbah. (Barus, 2003)
          Suhu tinggi tidak selaluberakibat mematikan tetapi dapt menyebabkan gangguan status kesehatan untuk jangka panjang. Pada suhu rendah, akibat yang ditimbulkan antara lain ikan menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Pada dasarnya, suhu rendah memungkinkan air mengandung O2 lebih tinggi, tetapi suhu rendah menyebabkan stres pernafasan pada ikan berupa penurunan laju pernafasan dan denyut jantung sehingga dapat berlanjut dengan pingsannya ika-ikan akibat kurangnya O2. (Irianto, 2005)
          pH adalah suatu ukuran keasaman dan kadar alkali dari sebuah contoh cairan. Kadar pH dinilai dengan ukuran antara 0-14. Sebagian besar persdiaan air memiliki pH antara 7-8,2. Namun beberapa air memiliki pH dibawah 6,5 atau diatas 9,5.(Iclean, 2007)
          Perubahan pH berkaitan dengan kandungan oksigen dan CO2 dalam air. Pada siang hari jika O2 naik akibat fotosintesisa fitiplankton, maka pH juga naik. Kestabilan pH perlu dipertahankan karena pH dapat mempengaruhi pertumbuhan organisme air. (Subarijanti, 2005)
          Sumber utama oksigen terlarut dalam air adalah penyerapan oksigen dari udara melalui kontak antara permukaan air dengan udara, dan dari proses fotosintesis. Selanjutnya alir kehilangan oksigen melalui pelepasan dari permukaan air ke atmosfer dan melalui kegiatan respirasi dari organisme. (Barus, 2003)
          Sumber karbon utama dibumi adalah atmosfer dan perairan terutama laut. Laut mengandung CO2 lima puluh kali banyak dari karbon di atmosfer. Perpindahan karbon dari atmosfer ke laut terjadi melaui proses difusi. (Effendi, 2003).


Kondensasi aldol dan mekanisme

Kondensasi aldol dan mekanisme --Kondensasi aldol adalah sebuah reaksi organik antara ion enolat dengan senyawa karbonil , membentuk β-hidroksialdehida atau β-hidroksiketon dan diikuti dengan dehidrasi, menghasilkan sebuah enon terkonjugasi.

Kondensasi aldol sangatlah penting dalam sintesis organik karena menghasilkan ikatan karbon-karbon dengan baik. Kondensasi aldol umumnya didiskusikan pada pelajaran kimia organik tingkat universitas.Dalam bentuk yang biasa, ia melibatkan adisi nukleofilik sebuah enolat keton ke sebuah aldehida, membentuk β-hidroksi keton, atau sebuah "aldol" (aldehida + alkohol), sebuah unit struktural yang dijumpai pada molekul alami dan obat-obatan.

Nama kondensasi aldol juga umumnya digunakan untuk merujuk reaksi aldol itu sendiri yang dikatalisasi oleh aldolase (terutama dalam biokimia). Namun reaksi aldol sebenarnya bukanlah sebuah reaksi kondensasi karena ia tidak melibatkan pelepasan molekul yang kecil.

Reaksi antara keton dengan aldehida (kondensasi aldol silang) atau antara dua aldehida juga dinamakan Kondensasi Claisen-Schmidt. Nama reaksi ini berasal dari Rainer Ludwig Claisen dan J. G. Schmidt yang secara terpisah mempublikasi topik ini pada tahun 1880 dan 1881.

DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP DISINI