Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Prospek Bisnis Kripik Jamur Buggymushroom 4 | Informasi terbaru

Prospek Bisnis Kripik Jamur Buggymushroom 4 | Informasi terbaru

This Image was ranked 9 by Bing.com for keyword skripsi pendidikan bahasa inggris kuantitatif, You will find this result http://www.bing.com/images/search?q=skripsi+pendidikan+bahasa+inggris+kuantitatif&count=300.

IMAGE META DATA FOR Prospek Bisnis Kripik Jamur Buggymushroom 4 | Informasi terbaru \'s IMAGE
TITLE:Prospek Bisnis Kripik Jamur Buggymushroom 4 | Informasi terbaru
IMAGE URL:http://devamelodica.com/wp-content/uploads/2013/06/Prospek-Bisnis-Kripik-Jamur-Buggymushroom-4.jpg
THUMBNAIL:http://tse3.mm.bing.net/th?id=OIP.M745cc05f2a6be40a257322b825d3bc8do0&w=124&h=166&c=7&rs=1&qlt=90&o=4&pid=1.1
IMAGE SIZE:·577 KBs
IMAGE WIDTH:1000
IMAGE HEIGHT:1333
DOCUMENT ID:OIP.M745cc05f2a6be40a257322b825d3bc8do0
MEDIA ID:DE7DE8282893AAB1BA3D1E232872882B17E178FA
SOURCE DOMAIN:devamelodica.com
SOURCE URL:http://devamelodica.com/prospek-bisnis-kripik-jamur-buggymushroom/prospek-bisnis-kripik-jamur-buggymushroom-4/
THUMBNAIL WIDTH:124
THUMBNAIL HEIGHT:124

contoh skripsi pendidikan matematika portal bisnis company353

contoh skripsi pendidikan matematika portal bisnis company353

This Image was ranked 10 by Bing.com for keyword contoh skripsi pendidikan, You will find this result http://www.bing.com/images/search?q=contoh+skripsi+pendidikan&count=300.

IMAGE META DATA FOR contoh skripsi pendidikan matematika portal bisnis company353\'s IMAGE
TITLE:contoh skripsi pendidikan matematika portal bisnis company353
IMAGE URL:http://aguschandra.com/wp-content/uploads/2010/11/sarjana2.jpg
THUMBNAIL:http://tse4.mm.bing.net/th?id=OIP.Mfdc26ae394d7298487b78ca95609fcd2o0&w=181&h=177&c=7&rs=1&qlt=90&o=4&pid=1.1
IMAGE SIZE:·10 KBs
IMAGE WIDTH:320
IMAGE HEIGHT:320
DOCUMENT ID:OIP.Mfdc26ae394d7298487b78ca95609fcd2o0
MEDIA ID:687715FB9108CABA0E967E3E7382A7F638EF9886
SOURCE DOMAIN:www.reproductive-fitness.com
SOURCE URL:http://www.reproductive-fitness.com/my/skripsi-pendidikan.htm
THUMBNAIL WIDTH:181
THUMBNAIL HEIGHT:181

PRIVATISASI BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) DI INDONESIA

PRIVATISASI  BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)  DI INDONESIAPRIVATISASI  BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)  DI INDONESIA --Pemerintah Indonesia mendirikan BUMN dengan dua tujuan utama, yaitu tujuan yang bersifat ekonomi dan tujuan yang bersifat sosial. Tujuan BUMN yang bersifat sosial antara lain dapat dicapai melalui penciptaan lapangan kerja serta upaya untuk membangkitkan perekonomian lokal. Penciptaan lapangan kerja dicapai melalui perekrutan tenaga kerja oleh BUMN. Upaya untuk membangkitkan perekonomian lokal dapat dicapai dengan jalan mengikut-sertakan masyarakat sebagai mitra kerja dalam mendukung kelancaran proses kegiatan usaha. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memberdayakan usaha kecil, menengah dan koperasi yang berada di sekitar lokasi BUMN. 

Dalam tujuan yang bersifat ekonomi, BUMN dimaksudkan untuk mengelola sektor-sektor bisnis strategis agar tidak dikuasai pihak-pihak tertentu. Bidang-bidang usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti perusahaan listrik, minyak dan gas bumi, sebagaimana diamanatkan dalam pasal 33 UUD 1945, seyogyanya dikuasai oleh BUMN. Dengan adanya BUMN diharapkan dapat terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi BUMN.

 BUMN secara umum belum menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Perolehan laba yang dihasilkan masih sangat rendah. Sementara itu, saat ini Pemerintah Indonesia masih harus berjuang untuk melunasi pinjaman luar negeri yang disebabkan oleh krisis ekonomi tahun 1997 lalu. Dan salah satu upaya yang ditempuh pemerintah untuk dapat meningkatkan pendapatannya adalah dengan melakukan privatisasi BUMN. Privatisasi BUMN telah mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa pemerintah tidak perlu sepenuhnya memiliki BUMN, yang penting BUMN tersebut dapat mendatangkan manfaat yang lebih baik bagi negara dan masyarakat Indonesia,  namun ada pula kalangan masyarakat yangmemandang bahwa BUMN adalah aset negara yang harus tetap dipertahankan kepemilikannya oleh pemerintah, walaupun tidak mendatangkan manfaat karena terus merugi. 

Kebijakan privatisasi BUMN di Indonesia semakin menjadi bagian penting dari kebijakan ekonomi pemerintah. Privatisasi dipandang sebagai langkah untuk mengurangi intervensi pemerintah dalam bidang ekonomi yang seharusnya dilaksanakan oleh sektor swasta. Privatisasi diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan efisiensi perusahaan yang selanjutnya mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, privatisasi yang dilakukan pemerintah saat ini bukan dalam tujuan diatas, melainkan untuk menutup defisit APBN. Karena sektor-sektor penerimaan dan pembiayaan lainnya tidak mencukupi dalam keseimbangan anggaran yang telah ditetapkan. Dalam perjalanannya, privatisasi yang telah berjalan dan yang akan dilakukan menjadi dilematis seperti yang telah terjadi pada privatisasi Indosat. 

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu :
  1. Bagaimanakah kondisi ideal untuk melakukan Privatisasi BUMN di Indonesia ?
  2. Bagaimanakah Dampak Privatisasi BUMN di Indonesia ?

Sistem kontrol dan insentif | Bisnis Managemen

Tugas utama kepemimpinan perusahaan adalah untuk mengontrol berbagai subunits perusahaan, ketika memutuskan fungsi dasar, divisi produk, atau kondisi geografi, untuk memastikan tindakan tersebut konsisten dengan keseluruhan strategi dan fungsi keuangan perusahaan. Perusahaan mencapai hal tersebut dengan berbagai control dan system insentif.

Berbagai tipe sistem kontrol
Empat tipe utama sistem kontrol yang digunakan dalam perusahaan multinasional adalah; personal control, bureaucratic control, output control, dan cultural control. Pada sebagian besar perusahaan, keempat tipe system control tersebut digunakan, tetapi lebih disesuaikan dengan strategi perusahaan
  • 1. Personal control
Personal control adalah pengendalian hubungan perorangan atau contact personal dengan bagian dibawahnya. Tipe control ini cenderung digunakan disemua perusahaan, ketika ada supervisi langsung terhadap subordinat. Tetapi, juga struktur hubungan antara manajer pada level yang berbeda pada perusahaan multinasional. Sebagai contoh, mungkin CEO mengunakan kewenangan personal control untuk mempengaruhi perilaku posisi subordinate (bawahan), seperti pada pimpinan divisi produk interasional menggunakan personal control untuk mempengaruhi perilaku bawahannya.
  • 2. Bureaucratic controls
Birokratik control adalah pengendalian melalui sebuah system peraturan dan prosedur yang langsung dilakukan pada subunit atau bawahan. Control birokratik yang yang paling penting dalam sub unit dalam perusahaan multinasional adalah aturan pengeluaran anggaran dan modal. Anggaran merupakan sekelompok aturan secara mendasar untuk mengalokasikan sumber keuangan perusahaan. Anggaran sub unit dikhususkan dengan ketepatan seberapa banyak sub unit yang mungkin akan dikeluarkan. Pimpinan mengunakan anggaran untuk mempengaruhi perilaku bawahannya. Sebagai contoh, anggaran R&D biasanya dikhususkan pada seberapa banyak kas unit R&D yang mungkin digunakan untuk pengembangan produk.
  • 3. Output control
Output control melibatkan beberapa tujuan sub unit untuk mencapai tujuanya, dalam hal ini tujuan yang dapat dihitung seperti keuntungan, produktivitas, pertumbuhan, pangsa pasar, dan kualitas. Kinerja dari manajer subunit dinilai dengan kemampuan mereka untuk mecapai tujuan yang telah ditetapkan. Jika tujuan tercapai atau terlampaui, manajer subunit akan memperoleh penghargaan. Jika tujuan tidak tercapai petinggi manajemen biasanya akan menekan untuk menemukan mengapa dan mengambil tindakan koreksiyang diperlukan.
  • 4. Cultural control
Cultural control terjadi ketika para karyawan masuk dalam sistem nilai dan norma perusahaan. Ketka hal tersebut berlangsung, karyawan cenderung untuk mengatur perilaku mereka sendiri, yang mengurangi kebutuhan untuk pengawasan langsung. Pada sebuah perusahaan dengan kultur yang kuat, pengendalian diri dapat mengurangi kebutuhan untuk sistem kontrol yang lain.
 
Sistem insentif
Insentif merupakan sesuatu yang digunakan untuk memberikan hadiah yang sesuai perilaku karyawan. Banyak karyawan yang memperoleh insentive dalam bentuk bonus tahunan. Insentive biasanya dihubungakan dengan kinerja terukur yang digunakan untuk mengontrol output. Sebagai contoh beberpa target untuk memperoleh keuntungan mungkin digunakan untuk mengukur kinerja bawahan (sub unit), seperti divisis produk global. Untuk membuat insentive positif bagi karyawan untuk bekerja keras untuk melampaui targetnya, mereka diberi beberapa bagian keuntungan yang melebihi target tadi.

Sistem kontrol, insentive, dan strategi bisnis internasional
Kunci untuk mengerti hubungan antara strategi internasional, sistem kontrol, dan sistem incentive adalah konsep performa ambigu (kinerja tidak jelas)

Performa ambigu
Performa ambigu terjadi ketika penyebab rendahnya performa bawahan/sub unit tidak jelas. Hal ini tidak biasa ketika kinerja bawahan secara parsial bergantung pada performa sub unit lainnya, ketika tingkat ketergantungan antar sub unit tinggi dalam sebuah organisasi.

Strategi, ketergantungan, dan ketidakjelasan
Pada perusahaan multidomestik, masing-masing operasi nasional adalah berdiri sendiri. Tingkat ketidakjelasan kinerja rendah. Dalam sebuah perusahaan internasional, tingkat ketergantungan dalam beberapa hal tinggi. Integrasi diperlukan untuk memfasilitasi transfer kompetensi dan skill utama. Karena keberhasilan operasi luar negri secara parsial bergantung pada kualitas dari kompetensi yang ditransfer dari home country, sehingga performa ambigu dapat berlangsung.

Pada perusahaan global situasinya menjadi lebih kompleks. Banyak aktifitas dalam perusahaan global adalah saling kebergantungan. Tingkat ketergantungan dan performa ambigu tinggi dalam peruasahaan global. Tingkat performa ambigu juga tinggi pada perusahaan transnasional. Seperti yang terlihat pada tabel berikut ini.
Tabel interdependensi, performa ambigu
dan biaya control pada empat strategi bisnis Internasional
strategi
interdependensi
performa ambigu
cost & control
Multidomestik
rendah
rendah
rendah
Internasional
moderat
moderat
moderat
Global
tinggi
moderat
moderat
Transnasional
sangat tinggi
sangat tinggi
sangat tinggi

Budaya Organisasi
Budaya adalah struktur sosial yang diterapkan pada masyarakat, termasuk juga pada organisasi. Budaya disebut juga sistem nilai dan norma yang berlaku diantara manusia. Nilai adalah sesuatu yang abstrak tentang apa yang dipercayai masyarakat sebagai sesuatu yang baik. Norma berarti aturan masyarakat dan pedoman perilaku yang diterima dalam situasi tertentu. Nilai dan norma dinyatakan diantara mereka sebagai pola perilaku atau gaya dari sebuah organisasi yang bagi karyawan baru secara otomatis terdorong untuk mengikutinya. Walaupun budaya organisasi jarang statis, namun cenderung untuk berubah secara perlahan.

Bagaimana budaya organisasi diciptakan dan dikembangkan?
Budaya organisasi datang dari berbagai sumber. Pertama, persetujuan dari pendiri atau pemimpin penting yang dapat mempunyai pengaruh pada budaya organisasi, sering menghasilkan budaya dan norma mereka sendiri. Kedua, budaya sosial luar dari negara dimana perusahaan itu didirikan. Ketiga, sejarah dari perusahaan tersebut.
Budaya dapat dikembangkan dengan berbagai mekanisme. Pertama, menyewa dan mempromosikan praktek organisasi, Kedua, strategi memberi reward (hadiah), Ketiga, proses sosialisasi, Keempat, strategi komunikasi. Tujuannya adalah merekrut orang yang mempunyai nilai konsisten dengan perusahaan tersebut.

Budaya organisasi dan performa dalam bisnis internasional
Dalam budaya yang kuat, hampir semua manajer secara relatif konsisten terhadap nilai dan norma yang telah secara jelas berdampak pada cara performa mereka dalam bekerja. Karyawan baru mengadopsi nilai ini secara cepat, dan karyawan yang tidak melakukan dengan baik dalam nilai dasar tersebut akan cenderung untuk keluar. Dalam beberapa budaya, eksekutif baru seperti menjadi sama dengan bawahannya sebagaimana dengan kewenangannya jika dia melanggar nilai dan norma budaya organisasi. Perusahaan dengan budaya yang kuat biasanya kelihatan dengan outsiders dengan mempunyai gaya atau cara yang pasti dalam melakukan sesuatu.