Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Matematika. Tampilkan semua postingan

Model Pakem Dengan Pendekatan Tematik Untuk Sains Kelas Ii Sd Negeri Sekaran I TAHUN 2008/2009 (PMT-7)


Mutu  pendidika perlu   ditingkatka untuk   mewujudkan   manusia   yang berkualitas  tinggi,   diantaranya   pendidika di  SD   N  Sekaran  I.  Untuk meningkatkan kualitas siswa, dalam proses belajar mengajar diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan mutu pendidikan siswa.
Selama  ini,  pembelajaran  cara  lama  di  mana  guru  mengajar  dengan berceramah,   siswa   sering   diperlakukan   sam oleh   gur baik   dalam pelaksanaan KBM (Kegiatan  Belajar Mengajar)  maupun evaluasi. Berbagai kemampuan  siswa  (belajar  mandiri,  bekerjasama,  berpikir  kritis,  mencari informasi,                   memecahkan      masalah,           mengambil        keputusan dsb)tidak dikembangkan untuk memberikan bekal bagi mereka untuk terjun ke dunia modern  yang penuh tantangan dan persaingan  antar bangsa. Philip Rekdale (2005) melakukan penelitian menyangkut sejauh mana PAKEM mendukung pelaksanaan  Kurikulum   Tingkat   Satuan   Pendidika (KTSP).   

Penelitian tersebut meliputi dua  aspek yaitu mereka perlu mulai belajar mengenai cara mereka  belajar             (learning   how   to  learn),  cara  belajar  secara penemuan (discovery), secara kreatif, analisa,  dan kritis, supaya mereka dapat menjadi pelajar  selama  hidup  (life  long  learner)  yang  efektif.  Melalui  pendekatan Tematik,            pembelajaran     PAKEM          dapat    diimplementasikan sehingga memungkinkan keterlibatan siswa dalam belajar, sehingga siswa aktif terlibat dalam prosespembelajaran (Sukayati,2004).
Keberhasilan  siswa  selama  ini  hanya  dilihat  dengan  menggunakan ukuran UAN (Ujian Akhir Nasional) dan nilai NEM mencapai di atas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 6,52. Telah disadari bahwaUAN hanya mengukur aspek kognitif saja (tingkat rendah dalam taksonomi Bloom). Di sisi lain, KBM yang berhasiladalah KBM yang dapat meningkatkan berbagai kemampuan  siswa.  Pembelajaran  di kelas  II  SD  Negeri  Sekaran  I  telah menggunakan pendekatan  tematik tetapi belum menerapkan model PAKEM, siswa-sisw kela I d S Neger Sekaran   I  belajar   sains   denganmendengarkan   cerama dari   guru,   jika   guru   mengajar  hany dengan berceramah  maka  kemampuan  yang  dikembangkan  pada  diri  siswa adalah kemampuan  mendengarkan,  mengingat,  dan  menjawab  pertanyaan  dengan menggunakan ingatan. Semuanya dengan daya retensi  yang sangat rendah. Akibatnya  siswa  tidak  terlatih  mencari  informasi,   menyaring   informasi, menggunakan  informasi,  berdiskusi,   mengajukan   pertanyaan,   melakukan pengamatan,  penelitian,  percobaan,  membuat  laporan  dsb.  Jika  dilihat  dari hasil diatas maka dapat disimpulkan bahwa ada masalah yang harus  segera diselesaikan  dala pembelajaran   di   SD   pad kelas   rendah   khususnya pengembangan kemampuan  dasar  kognitif,   serta  hasil  belajar  mengenal konsep  Sains.  Oleh karena  itu  perlu  dikembangkan  model  pembelajaran PAKEM   dengan  pendekatan   Tematik   Sain SD   untuk   menumbuhkan keterampilan berpikir.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Metode Auto Regresi Dan Auto Korelasi Untuk Meramalkan Jumlah Penjualan Pakaian Di Toko Yuanita Purwodadi (PMT-6)

Toko Yuanita Purwodadi merupakan perusahaan perseorangan yang bergerak dalam bidang perdagangan. Tujuan  utama perusahaan adalah untuk bisa meningkatkan jumlah penjualan dalam rangka memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus mempunyai perencanaan yang baik. Dalam menentuk<.span>an atau membuat suatu perencanaan dibutuhkan dasar dan alasan yang kuat, berdasarkan situasi sekarang atau yang sudah terjadi.

Perubahan  suatu  kejadian  dapat  dinyatakan  dengan  perubahan  nilai variabel.  Produksi,  hasipenjualan,  biaya  produksiharga  hasil  produksi, pendapatan, umur, dan curah hujan adalah beberapa contoh nilai variabel yang selalu  berubah.  Apabila  nilavariabel  itu tetap dari  suatu waktke waktu berikutnya,  maka mudah sekali untuk membuat peramalan yang tepat sesuai kenyataan. Akan  tetapi, pada umumnya nilai suatu variabel selalu berubah. Itulah sebabnya ramalan tentang suatu nilai variabel  tidak selalu tepat sesuai kenyataan.

Toko Yuanita Purwodadi terletak di tengah-tengah pusat perbelanjaan masyarakat di kecamatan Kradenan, kecamatan Gabus, kecamatan Pulokulan, dan  kecamatan  Ngaringan.  Letak  yang  strategis  mendorong  Toko  Yuanita Purwodad untuk  menjual  barang-barang  yang  diperlukan  masyarakat  di sekitar TokoYuanitaPurwodadi.
TokYuanita  Purwodadi  adalah  toko  yanmenjual  barang-barang kebutuhan masyarakat  seperti alat kecantikan, alat tulis sekolah dan kantor serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Pakaian merupakan kebutuhan pokok masyarakat  dan Toko Yuanita   dalam memberikan pelayanan sangat ramah dan  harg barang-barang  yang  ditawarkan  sesuai  dengan  keadaan  sosial ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Dalam  keadaan  ekonomi  yang  belum  pulih  akibat  krisis  moneter seperti  saat ini Toko Yuanita  Purwodadi sudah mengalami  kemajuan  yang sanga baik.   Ha ini  bis diliha dari   baran yan dijua suda bisa menghasilka pendapatan  dan  keuntungan.  Barang  yang  dijual  di  Toko Yuanita Purwodadi  tidak semua diminati oleh masyarakat, seperti peralatan dapur dan yang paling  diminati oleh masyaraka adalah pakaian misalnya, baju, celana, T-shirt, kaos kaki.  Penulis tertarik untuk meningkatkan jumlah penjualan pakaian di Toko Yuanita Purwodadi yaitu dengan menambah variasi jenis pakaian. Untuk menentukan penambahan pakaian yang tepat, diperlukan peramalan.
Hasil peramalan jumlah penjualan merupakan data yang menunjukkan tingkat  kemampuan menjual dari Toko Yuanita Purwodadi untuk masa yang akan datang.  Hasil ramalan jumlah penjualan sangat bermanfaat sebagai dasar perencanaan. Pemilihan metode peramalan yang tepat dapat meminimumkan kesalahan  dalam meramal  (fordcast             error),  sehingga  hasil  peramalan  bisa mendekati kenyataan.
Salah satu metode peramalan yaitu Auto Regresi dan Auto Korelasi. Metode  ini  membahas  tentang  pengaruh  dan  hubungan  antara  nilai  suatu variabel yang telah terjadi pada suatu periode dan yang terjadi pada periode berikutnya. Untuk  mengetahui besarnya pengaruh suatu variabel, digunakan Auto Regresi, sedangkan  untuk mengukur kuat tidaknya hubungan variabel tersebut digunakan Auto Korelasi.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini