Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Biologi. Tampilkan semua postingan

Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Biologi

Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Biologi


  1. Optimalisasi Pemanfaatan Perpustakaan dalam Prospek Pembelajaran Biologi Pada Siswa Kls IIIa MA Guppi Gowa
  2. Penerapan Pembelajaran Pola Transaksi Komunikasi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Kingdom Plantae di Kelas X SMAN 21 Makassar
  3. Penerapan Quantum Teaching terhadap Peningkatan Hasil Belajar Aspek Kuantitatif Siswa Kelas VII Putri SMP Muhammadiyah 12 Makassar (Hartina)
  4. Penerapan Restitusi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Mata Pelajaran Biologi Pokok Bahasan Struktur dan Fungsi Jaringan Hewan pada Siswa Kelas XI IPA MAN Baraka Kab. Enrekang.
  5. Pengaruh Kecerdasan dan Kreatifitas Belajar Biologi terhadap Hasil Belajar Biologi Pada Siswa Kelas VIII
  6. Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Arungkeke Kab. Jeneponto (Saulfiah Saiful)
  7. Pengaruh Media Gambar pada Pembelajaran Konsep Sistem Indera terhadap Penguasaan Materi Biologi Siswa Kelas VIII MTs. Aisyiah Sumigo (Rosmi)
  8. Pengaruh Model Pembelajaran Active Learning terhadap Peningkatan Minat Belajar Biologi Siswa MA Darul Kamal Mandale Kab. Pangkep (Jumrawati)
  9. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBI) terhadap Penguasaan Materi Biologi pada Siswa Kelas VII MTs. Madani Pao-Pao Kab. Gowa (Ardawati)
  10. Pengaruh Penggunaan Penilaian Portofolio terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Biologi X SMA Negeri 3 Makassar (Citra)
  11. Peningkatan Hasil Belajar Biologi Melalui Pemberian Soal-Soal Latihan Pada Pokok Bahasan Kelangsungan Hdp Mahluk Hdp Siswa Kls IX SMPN 1 Tanete Rilau Barru
  12. Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Biologi Melalui Strategi Pembelajaran Inquiry (SPI) dalam Pokok Bahasan Ekosistem pada Siswa Kelas X MA Madani Alauddin Pao-Pao Kab. Gowa (Rasdiana)
  13. Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heat Together (THT) Penelitian Tindakan Kelas Siswa Kelas X SMP Negeri 1 Kab. Maros (Mansur)
  14. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif dengan Tipe STAD pada Konsep Sistem Pencernaan di MTs. Nuhiyah Pambusuang Kab. Polman (Raodah)
  15. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Biologi dengan Menggunakan Tioe Think Pair And Share (TPS)
  16. Peningkatan Penguasaan Materi Sistem Gerak Melalui Pengajaran Peta Konsep pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Mattioro Sompe Kab. Pinrang (Hapsah)
  17. Perbandingan Hasil Belajar Berdasarkan Gender Pada Mata Pelajaran Biologi Materi Sistem Reproduksi Manusia Kelas XI Madrasah Aliyah Ponpes An-Nadlah Ujung
  18. Perbandingan Prestasi Belajar antara Mahasiswa yang Menempuh Jalur PMJK dengan SPMB Lokal pada Jurusan Pendidikan Biologi Angkatan 2006 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar (Gunawan MS.)
  19. Studi tentang Gaya Belajar Visual Auditorial Kinesketik (V.A.K) dan Hubungannya dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA MAN Selayar (Bahoriah)

Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Biologi Bagian 4

Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Biologi Bagian 4


  1. 1. Hambatan Guru dalam Penerapan Model Pembelajaran Konstruktivisme pada Mata Pelajaran Biologi di SMU Negeri 1 Polombangkeng Utara Kab. Takalar (Syahriani)
  2. 2. Motivasi Belajar dan Hubungannya dengan Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Biologi pada Siswa kelas X SMA Sungguminasa Gowa (Noorhayati)
  3. 3. Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Biologi Melalui Strategi Pembelajaran Inquiry (SPI) dalam Pokok Bahasan Ekosistem pada Siswa Kelas X MA Madani Alauddin Pao-Pao Kab. Gowa (Rasdiana)
  4. 4. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBI) terhadap Penguasaan Materi Biologi pada Siswa Kelas VII MTs. Madani Pao-Pao Kab. Gowa (Ardawati)
  5. 5. Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal-soal Aspek Ingatan, Pemahaman dan Aplikasi dalam Bidang Studi Biologi Kelas VIII MTs. Negeri Model Makassar (Muh. Irwan)
  6. 6. Efektivitas Penggunaan Audio Visual dalam Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 12 Makassar (Ratna)
  7. 7. Perbandingan Prestasi Belajar antara Mahasiswa yang Menempuh Jalur PMJK dengan SPMB Lokal pada Jurusan Pendidikan Biologi Angkatan 2006 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar (Gunawan MS.)
  8. 8. Penerapan Quantum Teaching terhadap Peningkatan Hasil Belajar Aspek Kuantitatif Siswa Kelas VII Putri SMP Muhammadiyah 12 Makassar (Hartina)
  9. 9. Pengaruh Penggunaan Penilaian Portofolio terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Biologi X SMA Negeri 3 Makassar (Citra)
  10. 10. Optimalisasi Pemanfaatan Buku Paket dalam Proses Pembelajaran Biologi di SMP Negeri 1 Biring Bulu Kab. Gowa (Hamdani)
  11. 11. Analisis tentang Pelaksanaan KTSP dalam Proses Pembelajaran Biologi di SMP Negeri 5 Tompo Bulu Kab. Bantaeng (Fahrir)
  12. 12. Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heat Together (THT) Penelitian Tindakan Kelas Siswa Kelas X SMP Negeri 1 Kab. Maros (Mansur)
  13. 13. Hubungan antara Perhatian Siswa dengan Prestasi Belajar dalam Bidang Biologi Kelas XI MAN Ma’rang Pangkep (Darna Suardi)
  14. 14. Pengaruh Model Pembelajaran Active Learning terhadap Peningkatan Minat Belajar Biologi Siswa MA Darul Kamal Mandale Kab. Pangkep (Jumrawati)
  15. 15. Hubungan Antara Kegiatan Ekstrakurikuler dengan Prestasi Belajar Biologi Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Madani Alauddin Pao-Pao Kab. Gowa (Hasni)
  16. 16. Meningkatkan Kreativitas Berpikir Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Terpadu (Connectiv) pada Mata Pelajaran Biologi Kelas XI SMA Muhammadiyah Kalosi Kab. Enrekang (Nini)
  17. 17. Identifikasi Kesulitan Belajar dan Cara Penanggulangannya Terhadap Mata Pelajaran Biologi Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Muallimin Makassar (Haslinda)
  18. 18. Analisis Tingkat Pemahaman Siswa dalam Materi Konsep Struktur Hewan pada Kelas VII SMP Negeri 3 Kahu Kabupaten Bone (A. Suryaningsih)
  19. 19. Efektivitas Pembelajaran Kelompok dan Penugasan Individu dalam Bidang Studi Biologi Siswa Kelas X MA Madani Pao-Pao (Husnul Khatimah)
  20. 20. Studi tentang Gaya Belajar Visual Auditorial Kinesketik (V.A.K) dan Hubungannya dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA MAN Selayar (Bahoriah)
  21. 21. Efektivitas Metode Eksperimen dengan Sistem Penilaian Berbasis Kelas dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Biologi Siswa Kelas X MA Madani Pao-Pao (Sry Endang)
  22. 22. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif dengan Tipe STAD pada Konsep Sistem Pencernaan di MTs. Nuhiyah Pambusuang Kab. Polman (Raodah)
  23. 23. Pengaruh Media Gambar pada Pembelajaran Konsep Sistem Indera terhadap Penguasaan Materi Biologi Siswa Kelas VIII MTs. Aisyiah Sumigo (Rosmi)
  24. 24. Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Arungkeke Kab. Jeneponto (Saulfiah Saiful)
  25. 25. Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Usia 3 – 6 tahun di TK. Poleonro Kec. Libureng Kab. Bone (Andi Isna Juliana)
  26. 26. Efektivitas Penggunaan Laboratorium IPA dalam Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar Biologi di Madrasah Aliyah Negeri 1 Baraka Kab. Enrekang (Melinda Usman)
  27. 27. Peningkatan Penguasaan Materi Sistem Gerak Melalui Pengajaran Peta Konsep pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Mattioro Sompe Kab. Pinrang (Hapsah)
  28. 28. Penerapan Restitusi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Mata Pelajaran Biologi Pokok Bahasan Struktur dan Fungsi Jaringan Hewan pada Siswa Kelas XI IPA MAN Baraka Kab. Enrekang.
  29. 29. Penerapan Pembelajaran Pola Transaksi Komunikasi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Kingdom Plantae di Kelas X SMAN 21 Makassar
  30. 30. Efektivitas Metode Tanya Jawab dalam Proses Pembelajaran Biologi Siswa Kls VII MTs. Muh. Sepa Kec. Amahai Kab. Maluku Tengah
  31. 31. Hubungan Antara Konsep diri dan Cara Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Biologi Kls VIII MTs. Syekh Yusuf Sungguminasa Gowa
  32. 32. Peningkatan Hasil Belajar Biologi Melalui Pemberian Soal-Soal Latihan Pada Pokok Bahasan Kelangsungan Hdp Mahluk Hdp Siswa Kls IX SMPN 1 Tanete Rilau Barru
  33. 33. Efeektifitas Microteaching dalam Pelaksanaan Praktek Mengajar Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Biologi Fak. Tarbiyah & Keguruan UIN Alauddin Makassar.
  34. 34. Optimalisasi Pemanfaatan Perpustakaan dalam Prospek Pembelajaran Biologi Pada Siswa Kls IIIa MA Guppi Gowa
  35. 35. Efektivitas Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Biologi dengan Pokok Bahasan Sirkulasi darah Manusia Pada Siswa Kls II MAN Binamu Jeneponto
  36. 36. Pengaruh Kecerdasan dan Kreatifitas Belajar Biologi terhadap Hasil Belajar Biologi Pada Siswa Kelas VIII
  37. 37. Perbandingan Hasil Belajar Berdasarkan Gender Pada Mata Pelajaran Biologi Materi Sistem Reproduksi Manusia Kelas XI Madrasah Aliyah Ponpes An-Nadlah Ujung
  38. 38. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Biologi dengan Menggunakan Tioe Think Pair And Share (TPS)
  39. 39. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA KONSEP KEANEKARAGAMAN HEWAN
  40. 40. PENGEMBANGAN MODEL SUPERVISI AKADEMIK MATA PELAJARAN IPA (BIOLOGI) (Efektivitas Model Inovasi Supervisi Akademik Mata Pelajaran Biologi dalam upaya Meningkatkan Kinerja Guru IPA/Biologi di SMU)
  41. 41. Penguasaan memahami grafik dan konsep biologi pada siswa SLTP : studi eksperimen konsep ekosistem dan saling ketergantungan terhadap siswa kelas 1 SLTP negeri di Bandung
  42. 42. Penggunaan asesmen portopolio pada pembelajaran konsep keanekaragaman hayati dalam mencapai ketuntasan belajar siswa Madrasah Aliyah
  43. 43. Penerapan model mengajar induktif dengan menggunakan pendekatan analogi sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui pengajaran biologi : studi peningkatan pembelajaran biologi di kelas 3 sebuah SMU Negeri di Kabupaten Ciamis
  44. 44. Penerapam pendekatan pengungkapan nilai dalam upaya meningkatkan hasil belajar kognitif dan pengembangan nilai afektif siswa melalui pengajaran biologi : studi eksperimen dalam mengajar topik lingkungan di kelas I SMU Negeri I Banda Aceh
  45. 45. PENERAPAN SQ3R DENGAN CATATAN GRAPHIC POSTORGANIZER PADA MODEL BELAJAR HEURISTIK VEE DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

Kumpulan Judul Skripsi Biologi Murni Bagian 2


Kumpulan Judul Skripsi Biologi Murni Bagian 2
  1. Karakterisasi Kromosom Kacang Merah Kultivar Garut (phaseolus Vulgaris L.cv.garut)
  2. Pengaruh Pengkayaan Taurine Dalam Suplemen Nutrien Rotifera (brachionus Plicatilis) Terhadap Pertumbuhan Dan Sintasan Larva Kerapu Macan (epinophelus Fuscoguttatus Forsskall)
  3. Pengaruh Ekstrak-etanol Daun Mindi Melia Azedarach L. Terhadap Daya Tetas Telur, Perkembangan Dan Mortalitas Larva Aedes Albopictus
  4. Pengaruh Trichoderma Viride Nrrl 3653 Dan Fungisida Benlate Terhadap Fusarium Moniliforme Frr 4102
  5. Pengaruh Cahaya Matahari Pagi, Siang, Dan Sore Terhadap Pertumbuhan Sawi Hijau (brassica Juncea L.)
  6. Program Studi: Biologi
  7. Peranan Bacillus Sp. Dan Aspergillus Sp. Sebagai Inokulum Dalam Pemisahan Minyak Kelapa
  8. Pengaruh Metopren Terhadap Daya Tetas Telur Dan Perkembangan Larva Aedes Aegypti Dan Aedes Albopictus.
  9. Pengaruh Ekstrak Etanol Patikan Kebo (euphorbia Hirta L.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus Aureus Atcc 25923 Dan Shigella Dysentriae.
  10. Pakan Alami Bagi Kelelawar Buah Cynopterus Horsfieldi (gray, 1843) Di Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Jogjakarta
  11. Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Pacing (costus Speciosus J.sm.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (rattus Norvegicus L.) Hiperglikemia
  12. Pengaruh Ekstrak Etanol Biji Mindi (melia Azedarach L.) Terhadap Daya Tetas Telur, Perkembangan Dan Mortalitas Larva Aedes Albopictus
  13. Struktur Dan Komposisi Vegetasi Bawah Pada Area Bekas Perkebunan Pisang Cavendish Di Pulau Nusakambangan Cilacap, Jawa Tengah
  14. Pengaruh Dekstrak Sargassum Sp. Per Oral Terhadap Struktur Mikroanatomi Duodenum Tikus Putih (rattus Norvegicus L.) Yang Diakumulasi Pb-asetat
  15. Biodegradasi Minyak Solar Sebagai Polutan Lingkungan Oleh Bakteri Tanah
  16. Karekterisasi Isolat Bakteri Pendegradasi Minyak Solar Dari Endapan (sludge) Minyak Solar
  17. Perkembangan Perilaku Harian Elang Bondol Haliastur Indus (boddaert, 1783) Pada Masa Sebelum Dilepasliarkan Di Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta
  18. Kemelimpahan Larva Chironomus Sp. Di Sungai Code Dan Gajahwong Yogyakarta
  19. Pengaruh Profenos, Chlorpyriphos Dan Metidation Terhadap Perkecambahan Biji Cabai (capsicum Frutescens L.) Dan Biji Tomat (lycopersicum Esculentum L.)
  20. Pengaruh Darah Dan Empedu Ular Kobra (naja Naja Sputatrix W.) Terhadap Kadar Kolesterol Tikus Putih (rattus Norvegicus L.) Jantan Hiperglikemia
  21. Pengaruh Empedu Dan Darah Ular Kobra (naja Naja Sputatrix W.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (rattus Norvegicus L.) Jantan Hiperglikemia
  22. Pengaruh Masukan Air Buangan P3tm-batan, Yogyakarta Terhadap Kemelimpahan Fitoplankton Dan Zooplanton Pada Selokan Irigasi Umum Disekitarnya
  23. Degradasi Minyak Solar Oleh Bakteri Tanah Penghasil Biosurfaktan
  24. Perilaku Elang Laut Perut Putih (haliaeetus Leucogaster, J.m.gmelin,1788) Di Pusat Penyelamat Satwa Jojakarta (ppsj)
  25. Pengaruh pemberian ppk dsr saprodap/ppk dsr ppk kandang dgn ppk lanjutan NPK(16-16-16)/kombinasi ZA-KCL thdp pertumb.jml bulbus & kadar minyak atsiri bawang merah (Allium cepa)cv.Titon Bantul
  26. Profil hutan pasca kebakaran di lereng selatan Gunung Merapi, Yogyakarta
  27. Pengaruh pupuuk ZA terhadap pertumbuhan tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.)Nees) pada tanah latosol hitam, latosol merah dan tanah regosol dari Kabupaten Kulon Progo, DIY
  28. Hubungan kekrabatan Phalaenopsis hibrida thdp P.amboinensis J.J.Smith, P.violacea Witte, & P. amabilis (L.) berdasarkan pendekatan sifat morfologi
  29. Hubungan kekrabatan bambu belo terhadap marga Bambusa, Gigantochloa dan Dendrocalamus berdasarkan sifat morfologi organ vegetatif
  30. Kadar kolesterol dan trigliserida darah tikus putih (Rattus novergicus L.) hiperglikemia dengan perlakuan darah ular kobra (Naja naja spultatrix W.)
  31. Penurunan toksisitas limbah cair penyamakan kulit menggunakan zeolit dengan bioindikator Cyprinus carpio L.
  32. Karakter bakteri air yang toleran terhadap minyak solar pada medium cair yang mengandung minyak solar
  33. Pengaruh pemberian infusa daun tempuh wiyung (Emilia sonchifolia DC.) secara oral terhadap kadar asam urat serum darah ayam crossing jantan hiperurikemia
  34. Senyawa bioaktif ekstrak kloroform dan ekstrak metanol spons Pseudoaxinella sp. dan Tetilla sp. serta pengaruhnya terhadap Vibrio harveyi
  35. Penghambatan aktivitas urease dan nitrifikasi dalam tanah oleh DMA-6 (N,N-dimethyl ammonium-za-Dichlorophenyl acetate)
  36. Karakterisasi kromosom cabai merah besar kultivar Arimbi-513 (Capsicum annum L. cv. Arimbi-513
  37. Kadar asam urat darah tikus putih (Rattus novergicus L.) hiperlipidemia yang diperlakukan dengan jus buah pisang kepok (Musa paradisiaca L.cv.Kepok Kuning)
  38. Pengaruh sitokinin dan auksin pada periode panjang dalam kultur ujung batang tanaman anggrek bulan Phalaenopsis amabilis (L.) BI. secara in vitro
  39. Mikropropagasi temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb) menggunakan mata tunas dan daun dengan kombinasi NAA (Naphtalene acetic acid) dan kinetin
  40. Cacing endoparasit pada ikan kerapu (Epinephelus diacanthus) di perairan Makasar dan Surabaya
  41. Pengaruh kombinasi NAA (Naphtalene acetic acid) dan BAP (6-Benzylaminopurine) pada mikropropagasi tanaman temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb)
  42. Pendekatan genetika molekuler pertumbuhan tanaman anggrek intergenerik Dendrobium fimbriatum Hooker X Phalaenopsis amabilis (L.) BI.
  43. Kerentanan larva nyamuk Aedes aegypti L.dari kecamatan Kraton kota Yogyakarta terhadap temefos
  44. Hubungan kekrabatan 3 jenis anggrek alam Indonesia Phal.amabilis (L)BI.Phal.amboinensis J.J.Sm. & Phal.violacea T et B. dengan pendekatan morfologis dan molekuler
  45. Pemanfaatan abu terbang PLTU port site milik PT.Newmont NT sbg media tanam semai Leucaena glauca & Sesbenia grandiflora dengan penambahan kompos pupuk kandang
  46. Ektoparasit dan Endoparasit pada ikan Duri (Cephalocassis Melanochir) dan ikan Belukang (Arius Sagor) yg dikonsumsi oleh penduduk Desa Kuala Enok Indragiri Hilir Riau
  47. Efek profenos, klorpirifos dan metidation terhadap perkecambahan biji & pertumbuhan kecambah Amaranthus spinosus L.,Celosia argentea L. dan Mimosa pudica L.
  48. Pengaruh Ekstrak etanol biji mindi (Melia azedarach L.) peroral terhadap struktur mikroanatomi ren mencit (Mus musculus L.) yang terinfeksi Plasmodium bergheii
  49. Kerentanan larva Aedes aegypti L. dari Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta terhadap temefos
  50. Laju penyerapan dan eliminasi krom (VI) pada lien ikan nila (Tilapia nilotica L.) yang terdedah kalium dikromat (K2Cr2O7)
  51. Laju penyerapan dan eliminasi krom (VI) pada hepar ikan nila (Tilapia nilotica L.) yang terdedah kalium dikromat (K2Cr2O7)
  52. Pengaruh infusa tanaman sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.)Nees.) thdp kadar glukosa darah & SGPT tikus putih (Rattus norvegicus L.) betina hiperglikemia
  53. Struktur dan perkembangan Gametofit betina tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) akibat pengaruh limbah cair pabrik batik, Yogyakarta
  54. Struktur dan perkembangan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) akibat pengaruh limbah cair pabrik batik, Yogyakarta
  55. Laju penyerapan dan eliminasi krom (VI) dalam insang ikan nila Tilapia nilotica L.
  56. Pengaruh pemaparan anti nyamuk elektrik MAT terhadap profil tikus putih (Rattus norvegicus L.)
  57. Kajian hubungan kekrabatan fenetik jenis-jenis Solanum budidaya di Yogyakarta berdasarkan sifat morfologi dan senyawa alkaloid daun
  58. Pengaruh pemberian dekstrak Sargassum sp. per oral terhadap struktur mikroanatomi ovarium tikus (Rattus norvegicus L.) yang terdedah timbal (Pb)
  59. Keanekaragamanjenis burung di Pulau Nusakambangan bagian barat, Cilacap, Jawa Tengah
  60. Pengaruh asap racun nyamuk bahan aktif Transflutrin dan D-Alletrin terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan struktur mikroanatomi jantung mencit (Mus musculus L.)
  61. Populasi kera ekor panjang (Macaca fascicularis Raffles, 1821) di hutan hujan tropis dataran rendah Pulau Nusakambangan Kab. Cilacap Jawa Tengah
  62. Populasi lutung budeng (Trachypithecus auratus Geoffroy Saint Hillaire, 1812) di hutan hujan tropis dataran rendah Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah
  63. Potensi bakteri gram negatif dalam perombakan minyak solar pencemar air sumur
  64. Bioaktivitas fraksi ekstrak metanol tanaman tetabar (Costus speciosus (Koen) J.E.Smith.) asal Kalimantan terhadap larva Artemia salina Leach
  65. Nematoda parasit pada akar dan tanah sekitar tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di Desa Plaosan-Magetan, Jawa Timur
  66. Peran cacing tanah Lumbricus rubellus Hoff sebagai agen bioremediator tanah tercemar logam berat Cd.
  67. Peran bakteri fakultatif anaerob dalam degredasi minyak solar pencemar air sumur
  68. Pengurangan konsentrasi uranil nitrat oleh bakteri resisten uranium
  69. Bakteri pengikat stronsium pada limbah radioaktif cair aktivitas rendah
  70. Bioaktivitas dan golongan senyawa dalam fraksi ekstrak kloroform Sampuk Puar (Goniothalamus macrophyllus (Blume) Hook.f & Thomson) asal Kalimantan
  71. Distribusi dan kemelimpahan zooplankton di ekosistem hutan bakau Segara Anakan Cilacap
  72. Pengaruh immunostimulan terhadap enzim Prophenoloxidase, dan perkembangan larva udang galah (Macrobrachium rosenbergii de Man)
  73. Sebaran serangga koksineal Dactylopius coccus Costa (Dactylopiidae, Homoptera) dan daya rusaknya pada Kaktus Sendok Nasi Opuntia engelmannii di Loh Buaya, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur
  74. Pengaruh penambahan Azolla spp pada pakan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus Trewavas) di media air laut
  75. Pengaruh ekstrak atanol biji mindi (Melia azedarach L.) per oral terhadap struktur mikroanatomi hepar mencit (Mus musculus L.) jantan yang terinfeksi Plasmodium bergheii
  76. Pengaruh infusa daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour) Merr.) terhadap kadar glukosa darah dan struktur mikroanatomi pankreas tikus putih (Rattus norvegicus L.) jantan hiperglikemia
  77. Pengaruh infusa buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff).Boerl.) masak segar dan kering terhadap kadar kolesterol total,kadar trigliserida dan struktur makroanatomi hepar tikus (Rattus norvegic
  78. Keanekaragaman dan distribusi spasial ikan anggota familia Chaetodontidae di perairan teluk Lempuyang, Taman Nasional Baluran, Jawa Timur
  79. Pengaruh kitosan udang putih tehadap kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL) serum darah tikus putih (Rattus norvegicus L.) hiperlipidemia
  80. Desain sistem kontrol ruang pertumbuhan ulat sutera (Bombyx mori L.) untuk meningkatkan kualitas produksi sutera alam : pengukuran pertumbuhan larva dan kualitas kokon
  81. Struktur hepar dan timbunan glikogen dalam hepatosit tikus putih ( Rattus norvegicus L.) jantan hiperglikemia setelah pemberian darah ular kobra (Naja naja sputatrix W.)
  82. Pengaruh herbisida oxyfluorfen terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea. L.)
  83. Kajian efektivitas alumunium sulfat dan klorin dalam meningkatkan kualitas air produksi pada sistem pengolahan air bersih
  84. Kinetika pertumbuhan dan respon isolat bakteri filamen terhadap koagulan fero sulfat
  85. Bakteri lipolitik perombak minyak solar pencemar air sumur
  86. Karakterisasi kromosom bawang putih kultivar Sangga (Alliium sativum L.cv. Sangga)
  87. Habitat bersarang dan aktivitas harian biawak komodo (Varanus komodoensis Ouwens, 1912) di Loh Liang, Pulau Komodo
  88. Keragaman spesies Araceae di Lereng Selatan Gunung Merapi dan hubungan kekerabatan fenetiknya
  89. Habitat bersarang Penyu Lekang (Lepidochelys olivaceae, Eschscholtz 1829) di Pantai Ngagelan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur
  90. Pengaruh logam berat Cadmium (Cd) terhadap biomassa dan kemampuan reproduksi Cacing Tanah (Lumbricus rubellus Hoff.)
  91. Pengaruh ekstrak daun dan akar Alang-Alang (Imperata cylindrica (L)Beauv.) thdp perkecambahan biji dan pertumbuhan kecambah Sawi (Brassica juncea (L.) Zern.cv.caisim)dan bayam cabut (Amaranthus t. L.)
  92. Studi ekologi vegetasi pada perladangan hutan tradisional (Pumonean) masyarakat Mentawai di pulau Siberut, Sumatera Barat.
  93. Peran bakteri lipolitik dalam degredasi minyak solar pencemar air sumur di Jlagran, Jogjakarta
  94. Hubungan kekerabatan Bambu Belo terhadap marga Bambusa, Dendrocalamus, dan Gigantochloa berdasarkan sifat anatomi buluh bambu
  95. Habitat bersarang Gelatik Jawa (Padda oryzivora (Linnaeus), 1758) di Gunung Kidul, DIY.
  96. Ekstrak Tettila sp. sebagai agensia antibakteri terhadap Vibrio harveyi
  97. Kerentanan nyamuk Aedes aegypti L. dari Kecamatan Wirobrajan Yogyakarta terhadap senyawa organofosfat temefos dan malathion
  98. Populasi Gelatik Jawa (Padda oryzivara L.) dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaannya di kawasan Karst Gunung Kidul
  99. Habitat bersarang Burung Gosong Kaki Merah (Megapodius reinwardt reinwardt Dumont, 1823) dan keterkaitannya dengan Biawak Komodo (Varanus komodoensis Ouwen, 1912) di Loh Liang, Pulau Komodo, Nusa Tenggara
  100. Pengaruh pupuk kotoran kelinci, kompos cacing, atau NPK (15:15:15) terhadap pertumbuhan selada (Lactuca sativa L.)
  101. Seleksi Jamur Tanah yang berpotensi sebagai pengendali hayati terhadap Rhizoctonia solani Kuhn. penyebab busuk akar tanaman cabai (Capsicum frutescent L.)

Sample PENDAHULUAN SKRIPSI S1 Biologi Unpad

Sample PENDAHULUAN SKRIPSI S1 Biologi Unpad

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Kehadiran gulma pada lahan tanaman budidaya sangat berpengaruh terhadap penurunan produksi tanaman. Hal ini terjadi karena gulma memiliki daya kompetisi yang tinggi dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya matahari, CO2, dan tempat tumbuh. Selain itu, gulma juga menjadi inang alternatif bagi serangga hama, penyakit dan nematoda tertentu (Rao,2000). Dengan demikian masalah gulma baru diketahui dalam persaingan nutrien untuk tanaman pokok (produksi), sebagai komponen ekosistem kemungkinan dapat dikelola sehingga tidak merugikan tanaman budidaya.
Gulma dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu : teki-tekian, rumput-rumputan,dan gulma daun lebar (Anonim, 2008). Ketiga kelompok gulma memiliki karakteristik tersendiri yang memerlukan strategi khusus untuk mengendalikannya. Dalam penelitian akan digunakan jenis gulma berdaun lebar yaitu Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum.
Gulma banyak didapatkan di lahan yang terbuka dan dapat bertahan hidup pada lingkungan yang kurang subur, hal ini menarik untuk diamati terutama pada tanaman Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum. Menurut Sieverding (1991), bahwa tumbuhan Eupatorium odoratum dapat digunakan untuk tanaman inang dari endomikoriza, dengan demikian maka pengamatan tentang peningkatan jumlah inokulan atau propagul dari endomikoriza dapat digunakan sebagai tanaman inang.
Pemanfaatan mikoriza adalah untuk memperbaiki tingkat serapan hara terutama unsur fosfat dan air serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan patogen tanah (Harran dan Ansori, 1993 dalam Sofyan Abdullah dkk, 2005).
Endomikoriza merupakan salah satu jenis cendawan mikoriza, menurut Setiadi (1990) mikoriza adalah suatu cendawan (Myces) yang hidup dalam perakaran (Rhyza) tumbuhan tingkat tinggi dan merupakan bentuk simbiosis antara cendawan dengan akar tanaman. Sedangkan menurut Wilarso (1990), mikoriza tersebut bersimbiosisnya dengan akar tanaman melalui hifa eksternal yang mampu meningkatkan serapan hara immobil dari dalam tanah (terutama P) sehingga dapat mengurangi gejala defisiensi dan penghematan penggunaan pupuk TSP 70 – 90%. Selain itu, mikoriza apabila menginfeksi jaringan akar tanaman maka akan ada selama tanaman tersebut hidup. Hal tersebut memungkinan diantara jenis gulma, Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum mempunyai asosiasi/simbiosis dengan jenis spora endomikoriza tertentu, dengan demikian pada tanaman tersebut diharapkan adanya spora endomikoriza indigenous, khususnya yang hidup di Arboretum.
Arboretum adalah salah satu lokasi di Universitas Padjadjaran (Unpad) yang mampu menjadi daerah penyangga yang senantiasa dapat memberikan suplai air untuk kebutuhan dalam kampus. Berdasarkan penelitian Tita, (2004) menunjukkan bahwa tanaman Eupatorium odoratum terinfeksi oleh endomikoriza.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai perbanyakan spora endomikoroza indigenous pada tanaman Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum sebagai alternatif perbanyakan inokulan endomikoriza dalam bentuk kemasan. Perbanyakan inokulan endomikoriza saat ini adalah bentuk mikofer yang terdiri dari jenis-jenis spora endomikoriza dengan menggunakan medium zeolit. Disamping itu hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas khususnya pengelola arboretum.



1.2. Identifikasi Masalah
Dari uraian latar belakang yang dipaparkan diatas, dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. Jenis spora endomikoriza apakah yang terbanyak ditemukan pada tanaman Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum.
2. Struktur endomikoriza apakah yang ditemukan dalam akar tumbuhan Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum.
3. Berapa persentase infekasi mikoriza pada tanaman Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum.

1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mencari tumbuhan inang yang paling baik untuk perbanyakan spora endomikoriza.
Tujuan dari penelitian ini adalah perbanyakan spora endomikoriza pada tanaman Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum.

1.4. Kegunaan Penelitian
Kegunaan Penelitian ini adalah sebagai informasi bagi berbagai pihak mengenai media mikoriza pada tanaman gulma yaitu Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum.

1.5. Pendekatan Masalah
Gulma adalah tumbuhan yang merugikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Gulma dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu : teki-tekian, rumput-rumputan, dan gulma daun lebar(Anonim, 2008). Ketiga kelompok gulma memiliki karakteristik tersendiri yang memerlukan strategi khusus untuk mengendalikannya. Dalam penelitian akan digunakan jenis gulma berdaun lebar yaitu Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum.
Gulma banyak didapatkan di lahan yang terbuka dan dapat bertahan hidup pada lingkungan yang kurang subur, hal ini menarik untuk diamati terutama pada tanaman Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum. Menurut Sieverding (1991), bahwa tumbuhan Eupatorium odoratum dapat digunakan untuk tanaman inang dari endomikoriza, dengan demikian maka pengamatan tentang peningkatan jumlah inokulan atau propagul dari endomikoriza dapat digunakan sebagai tanaman inang.
Mikoriza apabila menginfeksi jaringan akar tanaman maka akan ada selama tanaman tersebut hidup. Hal tersebut ada kemungkinan diantara jenis gulma, Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum mempunyai asosiasi/simbiosis dengan jenis spora endomikoriza tertentu. Asosiasi Endomikoriza terjadi bila cendawan masuk ke dalam akar atau melakukan infeksi. Proses infeksi dimulai dengan perkecambahan spora dalam tanah. Hifa yang tumbuh berpenetrasi ke dalam akar lalu berkembang dalam korteks. Pada akar yang terinfeksi akan terbentuk hifa interseluler yang tidak bercabang, terletak di ruangan antar sel. Selain itu juga akan terbentuk hifa intraseluler yang bercabang secara dichotomy (arbuskular), atau yang membengkok menjadi bulat atau bulat memanjang (vesikel) dan hifa yang mengering (hifa gelung) (Anas dan Santosa, 1993).
Perkembangan arbuskula mengikuti perkembangan hifa yang masuk ke dalam sel. Arbuskula berkembang dengan sel korteks dari sub batang pada internal hifa. Vesikel terinisiasi segera setelah adanya arbuskul pertama, akan tetapi diteruskan berkembang ketika adanya arbuskul kedua. Fase terakhir, merupakan arbuskul yang memenuhi sel (terbentuknya batang hifa yang terbaik). Hifa pada jaringan korteks akar berkembang menyilang seperti dinding pada asosiasi tua. Penetrasi hifa dan perkembangannya biasanya terjadi pada bagian yang masih mengalami proses diferensiasi dan proses pertumbuhan. Perkembangan hifa ini tidak merusak sel (Anas dan Santosa, 1993).
Endomikoriza membentuk organ-organ khusus dan mempunyai peranan yang juga spesifik. Organ khusus tersebut adalah arbuskul (arbuscle), vesikel (vesicle) dan spora. Ada dua struktur khas yang dibentuk oleh jamur mikoriza vesikula arbuskula (Mosse, 1981), yaitu :
1. Arbuskula
Dibentuk secara intraseluler oleh percabangan yang berulang-ulang dari suatu infeksi hifa, tukar menukar nutrien mungkin lebih banyak antara tanaman inang dengan simbion. Arbuskula terbentuk setelah 2-3 hari inang terinfeksi.
2. Vesikula
Memiliki bentuk yang menyerupai kantung dan menggelembung, dibentuk di bagian ujung hifa. Vesikula mengandung lemak dan diperkirakan bertindak sebagai tempat penyimpanan sementara.
3. Spora
Spora terbentuk pada ujung hifa eksternal. Spora ini dapat dibentuk secara tunggal, berkelompok atau di dalam sporokarp tergantung pada jenis cendawannya.
Pengelolaan tanaman gulma untuk dijadikan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan, antara lain dengan adanya asosiasi dengan jenis mikoriza. Pertumbuhan tanaman gulma cepat seperti tanaman Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum sehingga memudahkan apabila dilakukan perbanyakan Endomikoriza.


1.6. Metodologi Penelitian
Metode penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap lapangan, tahap laboratorium dan tahap perbanyakan endomikoriza.
1. Tahap pertama adalah tahap lapangan meliputi survey lokasi penelitian dengan menggunakan metoda jelajah untuk mengetahui kondisi dan gambaran umum lokasi. Selain itu, dilakukan pengambilan sampel menggunakan metoda Kuadrat dengan lima buah plot pengambilan sampel. Masing-masing plot berukuran 1m x 1m.
2. Tahap kedua adalah Analisis laboratorium meliputi Mengamati dan mengidentifikasi jenis-jenis spora mikoriza yang tumbuh di sekitar perakaran Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum. Pengamatan spora mikoriza yang didapatkan dari sampel tanah dengan metode penyaringan basah dan kemudian dilanjutkan untuk diidentifikasi (Menurut Schenk dan Perez, 1990). pembuatan preparat basah dengan metode pewarnaan menurut Kormanik dan McGraw (1982). Setelah itu akan dilakukan penghitungan persentase infeksi dengan mengguankan metode sistematik menurut Giovanti dan Mosse (1981) dalam Setiadi dkk(1992), yaitu metode slide.
3. Tahap ketiga adalah Perbanyakan endomikoriza pada tanaman Ageratum conyzoides dan Eupatorium odoratum.

1.7. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Juli 2008 di Arboretum dan Laboratorium Struktur Tumbuhan Jurusan Biologi FMIPA UNPAD.