Tampilkan postingan dengan label Analisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis. Tampilkan semua postingan

Nothing found for 2012 03 Analisis Kinerja Birokrasi Pemerintah

Nothing found for 2012 03 Analisis Kinerja Birokrasi Pemerintah

This Image was ranked 15 by Bing.com for keyword skripsi pendidikan, You will find this result http://www.bing.com/images/search?q=skripsi+pendidikan&count=300.

IMAGE META DATA FOR Nothing found for 2012 03 Analisis Kinerja Birokrasi Pemerintah\'s IMAGE
TITLE:Nothing found for 2012 03 Analisis Kinerja Birokrasi Pemerintah
IMAGE URL:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjidlgkLIKaeal27LIUeOdTBxZzIS6cHEW1xNLqnXSFUwVxt0uufZicUbH3fNXyP3xQAiumP1rSDTZ0l2xAqY-q-X0RFrJdvaNJktKUe-WgenNV34wNnCgA8cUA2r1WY8vI_waR3m4rBMiq/s1600/Contoh+Skripsi+-+Kerangka+Pikir.png
THUMBNAIL:http://tse1.mm.bing.net/th?id=OIP.M52cad6434050caf54ad94bc286f127efo0&w=268&h=188&c=7&rs=1&qlt=90&o=4&pid=1.1
IMAGE SIZE:·23 KBs
IMAGE WIDTH:596
IMAGE HEIGHT:485
DOCUMENT ID:OIP.M52cad6434050caf54ad94bc286f127efo0
MEDIA ID:C789E6EC2C88EE4F24E3F375C627E1D07AE94F52
SOURCE DOMAIN:www.contoh-skripsi.com
SOURCE URL:http://www.contoh-skripsi.com/2012/03/analisis-kinerja-birokrasi-pemerintah.html
THUMBNAIL WIDTH:268
THUMBNAIL HEIGHT:268

Kualitas Air | Laporan Praktikum

Kualitas suatu ekosistem dapat dilihat dari nilai indeks keragaman jenis, indeks dominasi dan nilai keragaman jenis (kesamaan jenis). Pada suatu ekosistem perairan akan terjadi hubungan antara organisme yang satu dengan intra dan inter spesifiknya.  

Perairan umum adalah bahagian permukaan bumi yang secara permanen atau berkala digenangi oleh air, baik air tawar, payau maupun air laut, mulai dari garis pasang surut terendah kearah daratan dan badan air tersebut terbentuk secara alami atau pun buatan. Yang termasuk kedalam perairan umum adalah sungai, danau, waduk, rawa, goba, genangan air lainnya (telaga, lebak embung, kolong-kolong dan legokan). 
         
Air adalah zat cair yang tidak mempunyai rasa, warna dan bau, yang terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan rumus kimiawi H2O. Karena air merupakan suatu larutan yang hampir-hampir bersifat universal, maka zat-zat yang paling alamiah maupun buatan manusia hingga tingkat tertentu terlarut di dalamnya. Dengan demikian, air di dalam mengandung zat-zat terlarut. Zat-zat ini sering disebut pencemar yang terdapat dalam air (Linsley, 1991).

Waduk atau danau buatan adalah genangan air yang terbentuk karena pembendungan aliran sungai bukan alami. Pembendungan ini dapat merubah ekosistem perairan mengalir (lotik) menjadi ekosistem perairan tergenang (lentik) yang akan mempengaruhi kehidupan biota perairan sungai asal (Hadiwigeno, 1990).  
Waduk dapat diartikan sebagai perairan buatan yang mempunyai karakteristik antara perairan sungai dan danau setiap waduk mempunyai morfologi yang unik, oleh karena itu waduk dapat digeneralisasikan antara satu waduk dengan waduk yang lainnya. Beberapa waduk dapat dibangun di dataran tinggi maupun dataran rendah, atau di sepanjang sebuah aliran sungai.
  
Waduk–waduk yang dibangun di dataran tinggi atau hulu sungai akan memiliki bentuk menjari, relatif sempit dan bertebing curam serta dalam, sebaliknya waduk yang dibangun di dataran rendah (Jangkaru, 2000). Atau hilir sungai berbentuk bulat, relatif luas dengan badan air relatif dangkal.

Makalah analisis parameter bioindikator air

PENDAHULUAN    
 Makalah analisis parameter bioindikator air --Air merupakan bagian yang esensial dari protoplasma, dan dapat pula dikatakan bahwa semua jenis kehidupan bersifat akuatik. Dalam prakteknya, suatu habitat akuatik apabila mediumnya baik eksternal maupun internalnya adalah air
          Kualitas suatu perairan sangat berpengaruh terhadap kemampuan produktifitas fitoplankton, penurunan kualitas perairan akan mnyebabkan penurunan kelimpahan fitoplankton yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kelayakan suatu perairan untuk kegiatan perikanan.
          Masing-masing habitat mempunyai ciri-ciri tersendiri dan adanya perubahan lingkungan dimana habitat itu tinggal, maka akan menyebabkan jumlah jenis dari kelimpahan organisme yang hidup di dalamnya berbeda-beda. Walaupun mempunyai lingkungan hidup yang berbeda-beda, tetapi pada masing-masing habitat tersebut terdapat interaksi antara factor biotik dan abiotik.
          Dilakukannya pengukuran kualitas air untuk mengetahui kelayakan dari air tersebut. Dalam praktikum ini, mengukuran kualitas air dilakukan diwaduk FAPERIKA UR. Pengukuran kualitas air ini emnggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel dilakukan sengan memperhatikan berbagai pertimbangan kondisi serta keadaan daerah pengamatan.  Ada sampel yang langsung diteliti ditempat pengambilan sampel dan ada juga sampel yang diambil dari tempat pengambilan sampel dan kemudian dibawa ke laboratorium untuk diteliti.

1.2        Tujuan dan Manfaat
          Tujuan dari diadakannya praktikum ini adalah untuk mengetahui kualitas air disuatu perairan. Dalam praktikum ini, pengukuran kualitas air dilakukan diwaduk FAPERIKA UR. Dalam praktikum ini, yang dilakukan adalah mengukuran suhu, kecerahan, kekeruhan, kedalaman, karbondioksida bebes, oksigen terlarut, dan derajat keasaman(pH).
          Manfaat yang diperoleh dari praktikum ini adalah, kita dapat mengetahui seberapa layak air yang ada diwaduk FAPERIKA UR untuk digunakan. Kita juga dapat memahapi cara-cara yang dilakukan untuk mengukur suatu kualitas air disuatu perairan, sehingga juga dapat dilakukan pada area yang lainnya.

II. TINJAUAN PUSTAKA

          Kualitas air adalah istilah yang menggambarkan kesesuaian atau kecocokan air untuk penggunaan tertentu, misalnya : air minum, perikanan, pengairan/irigasi, industri, rekreasi dan sebagainya. Peduli kualitas air adalah mengetahui kondisi air untuk menjamin keamanan dan kelestarian dalam penggunaannya. Kualitas air dapat diketahui dengan melakukan pengujian tertentu terhadap air tersebut. Pengujian yang biasa dilakukan adalah uji kimia, fisika, biologi, atau uji kenampakan (bau dan warna) (ICRF, 2010)
          Kualitas air yaitu sifat air dan kandungan makhluk hidup, zat energi atau komponen lain di dalam air. Kualitas air dinyatakan dengan beberapa parameter yaitu fisika (suhu, kekruhan, padatan suspensi dan sebagainya), parameter kimia (pH, oksigen terlarut, BOD, dan sebagainya), dan parameter biologi (keberadaan plankton, bakteri, dan sebagainya) (Effendi, 2003)
          Lima syarat utama kualitas air bagi kehidupan ikan adalah (O-fish, 2009) :
1.    Rendah kadar amonia dan nitrit
2.    Bersih secara kimiawi
3.    Memiliki pH, kesadahan, dan temperatur yang sesuai
4.    Rendah kadar cemaran organik, dan
5.    Stabil
          Pengukuran kualitas air dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, yang pertamana adalah pengukuran  kualitas air dengan parameter fisika dan kimia, sedangkan yang kedua adalah pengukuran dengan menggunakan parameter biologi. (Sihotang, 2006)
          Suhu air dipengaruhi komposisi substrat, kecerahan, kekeruhan, air tanah, dan pertukaran air, panas udara akibat respirasi dan naungan dari kondisi perairan tersebut.
          Kecerahan suatu perairan menentukan sejauh mana cahaya matahari dapat menembus suatu perairan dan sampai kedalaman berapa proses fotosintesis dapat berlangsung secara sempurna. Kecerahan yang mendukung adalah pinggan secchi disc mencapai 20-30cm dari permukaan. (Chakroff dalam Syukur, 2002)
          Novotny dan Olem, 1994 (dalam Effendi, 2003) menyatakan bahwa sebagian besar biota akuatik sensitive terhadap perubahan H dan menyukai nilai pH sekitar 7-8,5. Nilai pH sangat mempengruhi proses biokimia perairan, misalnya proses nitrifikasi akan berahir jika pH rendah. Sedangkan menurut Haslam, 1995 (dalam Effendi, 2003) menambahkan bahwa pada pH ˂4, sebagian besar tumbuhan air mati karena tidak dapat mentoleir terhadap pH rendah.
          Kelarutan oksigen dalam air tergantung dai suhu air. Kelarutan oksigen dalam air akan berkurang dari 14,74 mg/L pada suhu 0ͦC menjadi 7,03mg/L pada suhu 35ͦC. Dengan kenaikan suhu air terjadi pula penurunan kelarutan oksigen yang disertai dengan naiknya kecepatan pernafasan organisme perairan, sehingga sering menyebabkan terjadinya kenaikan kebutuhan oksigen yang disertai dengan turunnya kelarutan gas-gas lain didalam air.
          Peningkatan suhu sebesar 1ͦC meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10. Dekomposisi bahan organik dan oksidasi bahan organik dapat mengurangi kadaroksigen terlarut hingga mencapai no. (Brown dalam Effendi, 2003).
          Kasry (1995) mengemukakan bahwa tingginya tingkat co2 bebas dalam air dihasilkan dari proses perombakan bahan organik dan mikroba. Kadar karbondioksida bebas yang dikehendaki tidak lebih dari 12 mg/L dan kandungan terendah adalah 2 mg/L. Kandungan CO2 bebas diperairan tidak lebih dari 25mg/L dengan catatan kadar O2 terlarut cukup tinggi.
          Pola temperatur ekosistem air dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti intensitas cahaya matahari, pertukaran panas antara air dengan udara sekelilingnya, ketinggian geografis dan juga faktor kanopi(penutupan oleh vegetasi) dari pepohonan yang tumbuh di tepi. Disamping itu, pola temperatur peraitran dapat di pengaruhi oleh faktor-faktor antrophogen seperti limbah. (Barus, 2003)
          Suhu tinggi tidak selaluberakibat mematikan tetapi dapt menyebabkan gangguan status kesehatan untuk jangka panjang. Pada suhu rendah, akibat yang ditimbulkan antara lain ikan menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Pada dasarnya, suhu rendah memungkinkan air mengandung O2 lebih tinggi, tetapi suhu rendah menyebabkan stres pernafasan pada ikan berupa penurunan laju pernafasan dan denyut jantung sehingga dapat berlanjut dengan pingsannya ika-ikan akibat kurangnya O2. (Irianto, 2005)
          pH adalah suatu ukuran keasaman dan kadar alkali dari sebuah contoh cairan. Kadar pH dinilai dengan ukuran antara 0-14. Sebagian besar persdiaan air memiliki pH antara 7-8,2. Namun beberapa air memiliki pH dibawah 6,5 atau diatas 9,5.(Iclean, 2007)
          Perubahan pH berkaitan dengan kandungan oksigen dan CO2 dalam air. Pada siang hari jika O2 naik akibat fotosintesisa fitiplankton, maka pH juga naik. Kestabilan pH perlu dipertahankan karena pH dapat mempengaruhi pertumbuhan organisme air. (Subarijanti, 2005)
          Sumber utama oksigen terlarut dalam air adalah penyerapan oksigen dari udara melalui kontak antara permukaan air dengan udara, dan dari proses fotosintesis. Selanjutnya alir kehilangan oksigen melalui pelepasan dari permukaan air ke atmosfer dan melalui kegiatan respirasi dari organisme. (Barus, 2003)
          Sumber karbon utama dibumi adalah atmosfer dan perairan terutama laut. Laut mengandung CO2 lima puluh kali banyak dari karbon di atmosfer. Perpindahan karbon dari atmosfer ke laut terjadi melaui proses difusi. (Effendi, 2003).